Sabtu, 03 April 2010

Tips jika ingin menjadi penulis yang baik

1. Hendaknya kita punya minat dan tekad yang kuat
2. Walaupun menulis itu baiknya yang punya bakat, namun terkadang orang yang tidak punya bakat tetapi giat belajar dan berusaha maka dia akan lebih sukses dari yang punya bakat tapi malas-malasan. Intinya asal mau untuk berlaku giat dan berusaha pasti bisa.
3. Perluaslah pergaulan, dengan begitu semua ide-ide bisa terus berkembang serta kita dapatkan dari bergaul dengan orang lain .
4. Selalu siap untuk terus belajar dan belajar untuk mengasah semua yang ada dalam diri kita serta untuk menambah pengetahuan tentang tata cara menulis dan segala macam yang berhubungan , agar karya tulis kita semakin hebat.
5. Selalu melakukan riset-riset kecil untuk memperkuat dan mempertajam tulisan kita
6. Fasilitas sebaiknya selengkap mungkin kita sediakan , ini berguna untuk mengembangkan dan memperlancar niat kita jadi penulis.

Minggu, 07 Maret 2010

6 Nasehat untuk menjadi pribadi muslim yang bermanfaat




6 hal yang perlu kita ingat dalam mengarungi hidup agar menjadi pribadi muslim yang bermanfaat untuk kehidupan dunia dan akhirat

Pertama ; Begitu singkatnya waktu

Hidup kita terus berjalan, begitu juga dengan waktu. Bagi kita yang menyia-nyiakan waktu alangkah merugi. Bahkan Allah sendiri memberi peringatan khusus tentang betapa pentingnya waktu dalam salah satu suratnya wal’asri (Demi Waktu). Waktu tidak akan kembali. Dia terus berjalan tanpa henti. Dia tak akan mungkin kembali, betapa singkatnya waktu tanpa kita sadari. Waktu yang diberikan 24 jam kepada kita, berapakah jamkah yang sudah kita sediakan untuk_NYA. Banyak untuk bermaksiatkah atau berbuat kebaikankah?. Semua pasti akan dimintai pertanggungjawabannya.

Kedua; begitu dekatnya kematian

Dengan waktu yang kita miliki , sudah berapa amal kebajikan yang kita perbuat untuk mempersiapkan diri di alam keabadian. Sudah kah kita bermuhasabah diri. Karena kematian itu begitu dekat. Dia datang tanpa kita sadari. Dikala duduk, berdiri, berjalan, bekerja, bahkan tidur , kematian senantiasa menjemput kita. Tanpa pandang bulu. Dia datang sekejap mata. Syukur-syukur kematian menjemput dikala kita berbuat amal kebajikan. Kita masih memiliki kesempatan terhadap amal kebaikan yang kita perbuat. Tapi yang sangat disayangkan sekali, jika kematian datang disaat kita dalam kondisi bermaksiat kepada Allah, nauzubillah minzlik. Mudah-mudah hal ini tidak terjadi kepada kita. Semoga Allah selalu menuntun jalan kita ke jalan yang lurus, jalan ridho-Nya (ihdinassyirotolmustakin)

Ketiga;begitu besarnya hawa nafsu

Hidup manusiapun juga tidak terlepas dengan hawa nafsu Hawa nafsu adalah hal yang paling besar dimiliki oleh manusia. Maka hal ini pun tidak bisa kita buang begitu saja, karena kalau manusia tidak memiliki hawa nafsu, dia tidak akan mempunyai keinginan untuk berusaha, berbuat amal kebajikan, berkembang biak dan terus maju. Fitrah ini tidak bisa dipungkiri, karena Allah memberikan sifat ini tentu ada manfaat yang dapat kita ambil. Wujud ujian untuk memperoleh ladang amal, juga terletak pada hawa nafsu yang dimiliki oleh manusia. Seandainya Allah menciptakan manusia seperti malaikat, tentu tidak ada kejahatan dan tidak ada ladang amal berbuat baik untuk manusia menumpas kejahatan tersebut. Ketika manusia tidak mempunyai hawa nafsu hidup terasa hambar, tidak ada keingin untuk menjadi lebih baik. Akan tetapi hawa nafsu yang diberikan ini tentunya yang sesuai dengan ridhonya, yakni hawa nafsu mutmainah, hawa nafsu yang terkendali dan tetap dalam koridor-NYA.

Keempat ; begitu beratnya menjaga amanah

Kemudian yang paling berat adalah menjaga amanah. Seringkali setiap pemimpin dengan hawa nafsu yang dimiliki melakukan berbagai macam cara agar terpilih menjadi seorang pemimpin, bahkan dengan mengobral janji yang melenakan masyarakat. Ketika sudah terpilih menjadi pemimpin. Amanah atau janji-janjinya kepada masyarakat terlupakan. Maka amanah adalah hal yang paling berat dipegang oleh manusia. Mudah untuk mengucapkannya, sulit dalam pelaksanaannya. Seperti yang kita lihat sekarang, didaerah-daerah, berlomba-lomba untuk menjadi pemimpin. Mereka melakukan berbagai hal. Padahal zaman Rasulullah saw tidak ada yang mau mengajukan diri jadi pemimpin selain ditunjuk. Para sahabat tahu bahwa menjadi seorang pemimpin berarti memiliki amanah yang berat dipundaknya. Berapa ribu manusia yang dipimpin, begitu pula dengan beban yang ditanggungnya.

Kelima;begitu sulitnya untuk ikhlas

Setiap manusia dalam beribadah kepada Allah, kunci utama diterima atau tidaknya adalah tergantung kepada sifat ikhlas yang dimilikinya. Segala perbuatan amal baik ataupun kebajikan yang di perbuat manusia akan terasa sia-sia , ketika manusia tidak memiliki sifat ikhlas dalam dirinya. Semua amal kebajikan yang dilakukannya hanya semata-mata mengharap ridho Allah SWT. Bukan mengharapkan pujian ataupun imbalan dari orang lain. Jika ada orang yang berbuat baik, lalu ia berkata saya ikhlas membantu bapak atau ibu, maka orang ini pun masih dipertanyakan keikhlasannya. Keikhlasan tersebut merupakan urusan Allah dengan makhluknya, jadi kita tidak bisa mengukurnya.Cara yang terbaik ketika kita berbuat baik adalah tidak diketahui oleh orang lain, biarkan Allah sendiri yang menilainya. Kalau perlu setelah kita melakukan amal kebaikan, lupakan kebaikan yang telah kita lakukan tersebut. Anggap saja kita tidak pernah melakukannya. Hal ini untuk menghindari sifat riya dan ketidakikhlasan dalam diri kita.

Keenam; yang abadi adalah amal kebajikan

Ketika hati sudah memiliki keikhlasan, semua akan terasa mudah. Amal kebaikan yang kita akan terus tergores dan akan membantu kita diyaumil akhir nanti. Setiap manusia diminta pertanggungjawaban terhadap waktu yang telah dilewatinya semasa di dunia. Untuk apa waktu yang dipergunakannya. Maka isilah hari-hari kita dengan senatiasa berbuat baik, karena amal kebajikan adalah abadi. Hal tersebut yang akan menentukan pilihan surga atau neraka yang akan kita diami di yaumil akhir nanti.

Enam hal diatas merupakan nasehat yang akan mengingatkan kita, menuntun kita agar bergerak dan bekerja dengan selalu memberi manfaat buat diri dan orang lain. Pribadi muslim seperti ini akan merasa rugi, ketika waktunya terbuang untuk hal-hal yang tidak berguna. Wallahualam bissowad.

Jumat, 22 Januari 2010

Motivasi Belajar


-->
Motivasi belajar setiap orang, satu dengan yang lainnya, bisa jadi tidak sama. Biasanya, hal itu bergantung dari apa yang diinginkan orang yang bersangkutan. Misalnya, seorang anak mau belajar dan mengejar rangking pertama karena diiming-imingi akan dibelikan sepeda oleh orangtuanya.

Contoh lainnya, seorang mahasiswa mempunyai motivasi belajar yang tinggi agar lulus dengan predikat cum laude. Setelah itu, dia bertujuan untuk mendapatkan pekerjaan yang hebat dengan tujuan membahagiakan orangtuanya.
Apa saja, sih, faktor-faktor yang membedakan motivasi belajar seseorang dengan yang lainnya?
Beberapa faktor di bawah ini sedikit banyak memberikan penjelasan mengapa terjadi perbedaaan motivasi belajar pada diri masing-masing orang, di antaranya:
  • Perbedaan fisiologis (physiological needs), seperti rasa lapar, haus, dan hasrat seksual
  • Perbedaan rasa aman (safety needs), baik secara mental, fisik, dan intelektual
  • Perbedaan kasih sayang atau afeksi (love needs) yang diterimanya
  • Perbedaan harga diri (self esteem needs). Contohnya prestise memiliki mobil atau rumah mewah, jabatan, dan lain-lain.
  • Perbedaan aktualisasi diri (self actualization), tersedianya kesempatan bagi seseorang untuk mengembangkan potensi yang terdapat dalam dirinya sehingga berubah menjadi kemampuan nyata.
Stimulus motivasi belajar
Terdapat 2 faktor yang membuat seseorang dapat termotivasi untuk belajar, yaitu:
  • Pertama, motivasi belajar berasal dari faktor internal. Motivasi ini terbentuk karena kesadaran diri atas pemahaman betapa pentingnya belajar untuk mengembangkan dirinya dan bekal untuk menjalani kehidupan.
  • Kedua, motivasi belajar dari faktor eksternal, yaitu dapat berupa rangsangan dari orang lain, atau lingkungan sekitarnya yang dapat memengaruhi psikologis orang yang bersangkutan.
Tips-tips meningkatkan motivasi belajar
Motivasi belajar tidak akan terbentuk apabila orang tersebut tidak mempunyai keinginan, cita-cita, atau menyadari manfaat belajar bagi dirinya. Oleh karena itu, dibutuhkan pengkondisian tertentu, agar diri kita atau siapa pun juga yang menginginkan semangat untuk belajar dapat termotivasi.

Yuk, ikuti tips-tips berikut untuk meningkatkan motivasi belajar kita:
  • Bergaullah dengan orang-orang yang senang belajar
    Bergaul dengan orang-orang yang senang belajar dan berprestasi, akan membuat kita pun gemar belajar. Selain itu, coba cari orang atau komunitas yang mempunyai kebiasaan baik dalam belajar.

    Bertanyalah tentang pengalaman di berbagai tempat kepada orang-orang yang pernah atau sedang melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi, orang-orang yang mendapat beasiwa belajar di luar negeri, atau orang-orang yang mendapat penghargaan atas sebuah presrasi.

    Kebiasaan dan semangat mereka akan menular kepada kita. Seperti halnya analogi orang yang berteman dengan tukang pandai besi atau penjual minyak wangi. Jika kita bergaul dengan tukang pandai besi, maka kita pun turut terciprat bau bakaran besi, dan jika bergaul dengan penjual minyak wangi, kita pun akan terciprat harumnya minyak wangi.
  • Belajar apapun
    Pengertian belajar di sini dipahami secara luas, baik formal maupun nonformal. Kita bisa belajar tentang berbagai keterampilan seperti merakit komputer, belajar menulis, membuat film, berlajar berwirausaha, dan lain lain-lainnya.
  • Belajar dari internet
    Kita bisa memanfaatkan internet untuk bergabung dengan kumpulan orang-orang yang senang belajar. Salah satu milis dapat menjadi ajang kita bertukar pendapat, pikiran, dan memotivasi diri. Sebagai contoh, jika ingin termotivasi untuk belajar bahasa Inggris, kita bisa masuk ke milis Free-English-Course@yahoogroups.com.

    Bergaulah dengan orang-orang yang optimis dan selalu berpikiran positif
    Di dunia ini, ada orang yang selalu terlihat optimis meski masalah merudung. Kita akan tertular semangat, gairah, dan rasa optimis jika sering bersosialisasi dengan orang-orang atau berada dalam komunitas seperti itu, dan sebaliknya.

    Cari motivator
    Kadangkala, seseorang butuh orang lain sebagai pemacu atau mentor dalam menjalani hidup. Misalnya: teman, pacar, ataupun pasangan hidup. Anda pun bisa melakukan hal serupa dengan mencari seseorang/komunitas yang dapat membantu mengarahakan atau memotivasi Anda belajar dan meraih prestasi.

    "Resep sukses: Belajar ketika orang lain tidur, bekerja ketika orang lain bermalasan, dan bermimpi ketika orang lain berharap."
    --William A. Ward