Kamis, 21 Juli 2011

Tips Menjadi Lebih Dewasa



Menjadi dewasa, adalah proses aksiomatik yang terjadi pada setiap diri manusia normal. Karena, bila proses itu tidak berjalan demikian, itu berarti ada yang tidak normal dalam diri manusia itu.

Menjadi dewasa, adalah juga suatu keputusan yang penuh tanggung jawab dan konsekuensi. Karena, setiap orang dewasa akan selalu bertanggung jawab penuh akan apa yang dikerjakannya, dan memahami betul bahwa setiap perbuatan akan ada konsekuensi logisnya.

Menjadi dewasa, adalah juga suatu pilihan dalam menyikapi segala ujian kehidupan. Karena, betapa banyak manusia yang memilih cara kekanak-kanakan dalam menyelesaikan urusan atau masalah kehidupannya, berjiwa kerdil, lari dari tanggung jawab, tidak menerima kenyataan, dan lain sebagainya, itulah diantara sifat yang menunjukan ketidak-dewasaan seseorang. Termasuk didalamnya bagaimana berprilaku, dan berinteraksi kepada sesama manusia.

Untuk menjadi dewasa, seseorang harus memperhatikan beberapa hal yang menjadi tolak ukur apakah orang tersebut telah menjadi dewasa, atau belum. Diantara faktor-faktor itu adalah:

  1. Kematangan berfikir: Seorang yang dewasa, tahu bagaimana harus berfikir sebelum bertindak (berbuat). Ia tahu betul pentingnya perencanaan sebelum melakukan suatu hal, dan evaluasi setelah melakukannya; tidak serta merta, dan tidak “grabak-grubuk”. Seorang yang dewasa dapat berpikir logis, dan kritis.
  2. Kedewasaan emosional: Seorang yang dewasa, dapat memahami dan mengendalikan gejolak emosinya. Justru itulah yang membedakannya dengan seorang anak kecil, yang tidak tahu mengapa ia emosi dan bagaimana mengendalikannya. Ia mampu menyalurkan dan menempatkan emosinya pada sesuatu yang benar, tidak salah kaprah.
  3. Kecerdasan ruhaniyah: Seorang yang dewasa, memiliki jiwa yang tenang; dalam arti tidak ada kegundahan yang menyebabkan jiwanya labil. Kecerdasan ruhaniyah adalah kemampuan ruhani untuk meyakini dan memahami, bahwa ketenangan sejati itu bersumber dari yang Maha Menenangkan. Ruhani yang cerdas, mampu mengetahui betul bahwa banyak keterbatasan yang ia miliki, sehingga ia dapat menempatkan diri di hadapan Sang Penciptanya, mengetahui hak-Nya, dan melaksanakannya dengan penuh tanggung jawab dan keikhlashan.
  4. Kepekaan sosial: Seorang yang dewasa, akan melihat dirinya adalah bagian dari masyarakat. Suatu komunitas hierarki yang majemuk. Kepekaan hati terhadap masalah dan kondisi sosial realita, akan mampu menumbuh-kembangkan rasa empati, yang menepis jauh-jauh rasa egois dalam berbuat suatu hal. Seorang yang dewasa akan sangat peka, bahwa apa yang dia berikan hari ini kepada orang lain, suatu saat akan dia terima dari orang lain.

Penjelasan diatas jelas belum cukup. Itu semua hanya permukaan saja. Masih banyak aspek yang dapat dikaji lebih dalam lagi, dari suatu sikap dan sifat yang menunjukan kedewasaan seseorang.

Namun, setidaknya, ada yang perlu diingat disini, bahwa menjadi dewasa itu tidaklah sulit, dan bukan hal yang menakutkan. Untuk menjadi dewasa hanya dibutuhkan pengalaman, dan kemampuan mengambil hikmah dari pengalaman itu tentunya. Sementara pengalaman itu, bergantung pada waktu. Itu berarti, sudah seharusnya seorang yang semakin tua, semakin banyak pula hikmah dan ibroh dari pengalaman yang ia miliki dalam hidupnya. Itu sudah cukup membuatnya menjadi lebih bijak dalam menjalani hidup. Dan sifat bijak adalah milik orang-orang yang dewasa. Maka, belajarlah untuk menjadi seperti itu…

Setelah pengalaman, ada satu lagi yang penting, yaitu: Keluasan pergaulan. Untuk mengambil makna dari luasnya pergaulan, sangat bergantung pada: dengan siapa kita bergaul, dan apa yang bisa kita dapat perbuat dalam pergaulan tersebut (kebaikan tentunya).

Sabtu, 09 Oktober 2010

AKU

Aku memamng tak sempurna..
seperti Allah yang mnciptakanku..
Aku memang tak mendekati sempurna...
seperti Nabi Muhammad SAW..

Aku hanya manusia biasa..
Punya banyak kesalahan dan kekhilafan...
Aku juga manusia yang banyak..
melanggar perintah-perintah-Nya..

Izinkan aku ya Allah..
untuk berusaha menjadi manusia terbaik..
manusia yang selalu mematuhi perintah-Mu..
dan menjauhi segala larangan-Mu..

Aku memangmanusia hina...
Yang mungkin tak pantas untuk di puji...
tetapi itulah 1 hal yang dapat membuat ku..
Menjadi manusia yang rendah hati...

Rabu, 18 Agustus 2010

Cara Menjaga Persahabatan

1. Jadilah pendengar yang baik buat teman-temanmu.
Jangan pernah sekalipun kamu bersikap menggurui. Memberi nasihat boleh-boleh aja, tapi jangan melakukannya dengan cepat. Pelahan-lahan namun pastikan temanmu itu mendengarkannya.

2. Setiap orang memiliki pribadi yang unik dan khas.
Cobalah mengerti bagaimana karakter temanmu. Hormatilah pendapatnya. Walau kadang kalian bisa saling berbeda pendapat dan keyakinan, namun pasti ada jalan tengah yang bisa ditempuh asal jangan tergesa-gesa memutuskannya.

3. Peliharalah kepercayaan yang telah diberikan oleh teman dekatmu itu.
Jangan pernah sekali-kali kamu mengobral rahasia temanmu pada orang lain. Saling jaga rahasia, anggap saja antara kalian ada sebuah permainan yang hanya bisa dimainkan oleh kamu dan temanmu.

4. Berilah dukungan dan pujilah temanmu, kesampingkan kesalahannya dan kelemahannya.

5. Jangan pernah merasa iri kepada temanmu.
Kebahagiaannya adalah bahagia milikmu juga. Ikut berbahagialan atas keberhasilan temanmu.

6. Dekat bukan berarti harus tergantung satu sama lain.
Berikan pertolongan secukupnya. Jagalah 'jarak' yang wajar. Mundurlah sedikit bila kita merasa pertemanan sudah terlampau dekat. Sebaliknya, mendekatlah kala kita merasa pertemanan sudah semakin renggang.

7. Sisihkan waktu untuk melakukan kegiatan refresing bersama.
Kembangkan sikap toleransi, fleksibelitas, asertive, empati dan belajar saling memahami.

8. Jangan pernah ragu untuk minta maaf pada temanmu saat kamu melakukan sebuah kesalahan padanya.
Setelah itu berusahalah perbaiki kesalahanmu. Begitu pula sebaliknya, berikan maaf dan lupakan kesalahannya jika ia bersalah.

Sahabat

Di saat aku membutuhkan mu..
kau selalu ada untuk ku..
kau selalu menemaniku..
di saat sedih maupun senang...

ohh.. sahabat..
tetaplah kau di samping ku..
memberiku semangat mu..
Agar ku tetap tegar dalam hidup ini...

Maafkan aku..
yang mungkin tlah banyak...
membuatmu sedih bahkan kecewa..
atas setiap perbuatanku...

Aku ingin kau selalu ada..
dalam setiap hari-hari ku..
dan tetaplah menjadi sahabat ku..
sahabat sejati untuk selamanya..

terima kasih sahabat..
yang telah banyak memberi ku..
arti dan makna apa itu sebenarnya..
persahabatan yang sejati..

Jumat, 21 Mei 2010

Kumpulan Tips Motivasi Mario Teguh

Jika anda sedang benar, jangan terlalu berani dan
bila anda sedang takut, jangan terlalu takut.
Karena keseimbangan sikap adalah penentu
ketepatan perjalanan kesuksesan anda

Tugas kita bukanlah untuk berhasil. Tugas kita
adalah untuk mencoba, karena didalam mencoba
itulah kita menemukan dan belajar membangun
kesempatan untuk berhasil

Anda hanya dekat dengan mereka yang anda
sukai. Dan seringkali anda menghindari orang
yang tidak tidak anda sukai, padahal dari dialah
Anda akan mengenal sudut pandang yang baru

Orang-orang yang berhenti belajar akan menjadi
pemilik masa lalu. Orang-orang yang masih terus
belajar, akan menjadi pemilik masa depan

Tinggalkanlah kesenangan yang menghalangi
pencapaian kecemerlangan hidup yang di
idamkan. Dan berhati-hatilah, karena beberapa
kesenangan adalah cara gembira menuju
kegagalan

Jangan menolak perubahan hanya karena anda
takut kehilangan yang telah dimiliki, karena
dengannya anda merendahkan nilai yang bisa
anda capai melalui perubahan itu

Anda tidak akan berhasil menjadi pribadi baru bila
anda berkeras untuk mempertahankan cara-cara
lama anda. Anda akan disebut baru, hanya bila
cara-cara anda baru

Ketepatan sikap adalah dasar semua ketepatan.
Tidak ada penghalang keberhasilan bila sikap
anda tepat, dan tidak ada yang bisa menolong
bila sikap anda salah

Orang lanjut usia yang berorientasi pada
kesempatan adalah orang muda yang tidak
pernah menua ; tetapi pemuda yang berorientasi
pada keamanan, telah menua sejak muda

Hanya orang takut yang bisa berani, karena
keberanian adalah melakukan sesuatu yang
ditakutinya. Maka, bila merasa takut, anda akan
punya kesempatan untuk bersikap berani

Kekuatan terbesar yang mampu mengalahkan
stress adalah kemampuan memilih pikiran yang
tepat. Anda akan menjadi lebih damai bila yang
anda pikirkan adalah jalan keluar masalah.

Jangan pernah merobohkan pagar tanpa mengetahui
mengapa didirikan. Jangan pernah mengabaikan
tuntunan kebaikan tanpa mengetahui keburukan
yang kemudian anda dapat

Seseorang yang menolak memperbarui cara-cara
kerjanya yang tidak lagi menghasilkan, berlaku
seperti orang yang terus memeras jerami untuk
mendapatkan santan

Bila anda belum menemkan pekerjaan yang sesuai
dengan bakat anda, bakatilah apapun pekerjaan
anda sekarang. Anda akan tampil secemerlang
yang berbakat

Kita lebih menghormati orang miskin yang berani
daripada orang kaya yang penakut. Karena
sebetulnya telah jelas perbedaan kualitas masa
depan yang akan mereka capai

Jika kita hanya mengerjakan yang sudah kita
ketahui, kapankah kita akan mendapat
pengetahuan yang baru ? Melakukan yang belum
kita ketahui adalah pintu menuju pengetahuan

Jangan hanya menghindari yang tidak mungkin.
Dengan mencoba sesuatu yang tidak
mungkin,anda akan bisa mencapai yang terbaik
dari yang mungkin anda capai.

Salah satu pengkerdilan terkejam dalam hidup
adalah membiarkan pikiran yang cemerlang
menjadi budak bagi tubuh yang malas, yang
mendahulukan istirahat sebelum lelah.

Bila anda mencari uang, anda akan dipaksa
mengupayakan pelayanan yang terbaik.
Tetapi jika anda mengutamakan pelayanan yang
baik, maka andalah yang akan dicari uang

Waktu ,mengubah semua hal, kecuali kita. Kita
mungkin menua dengan berjalanannya waktu,
tetapi belum tentu membijak. Kita-lah yang harus
mengubah diri kita sendiri

Semua waktu adalah waktu yang tepat untuk
melakukan sesuatu yang baik. Jangan menjadi
orang tua yang masih melakukan sesuatu yang
seharusnya dilakukan saat muda.

Tidak ada harga atas waktu, tapi waktu sangat
berharga. Memilik waktu tidak menjadikan kita
kaya, tetapi menggunakannya dengan baik
adalah sumber dari semua kekayaan

Sabtu, 03 April 2010

Tips jika ingin menjadi penulis yang baik

1. Hendaknya kita punya minat dan tekad yang kuat
2. Walaupun menulis itu baiknya yang punya bakat, namun terkadang orang yang tidak punya bakat tetapi giat belajar dan berusaha maka dia akan lebih sukses dari yang punya bakat tapi malas-malasan. Intinya asal mau untuk berlaku giat dan berusaha pasti bisa.
3. Perluaslah pergaulan, dengan begitu semua ide-ide bisa terus berkembang serta kita dapatkan dari bergaul dengan orang lain .
4. Selalu siap untuk terus belajar dan belajar untuk mengasah semua yang ada dalam diri kita serta untuk menambah pengetahuan tentang tata cara menulis dan segala macam yang berhubungan , agar karya tulis kita semakin hebat.
5. Selalu melakukan riset-riset kecil untuk memperkuat dan mempertajam tulisan kita
6. Fasilitas sebaiknya selengkap mungkin kita sediakan , ini berguna untuk mengembangkan dan memperlancar niat kita jadi penulis.

Minggu, 07 Maret 2010

6 Nasehat untuk menjadi pribadi muslim yang bermanfaat




6 hal yang perlu kita ingat dalam mengarungi hidup agar menjadi pribadi muslim yang bermanfaat untuk kehidupan dunia dan akhirat

Pertama ; Begitu singkatnya waktu

Hidup kita terus berjalan, begitu juga dengan waktu. Bagi kita yang menyia-nyiakan waktu alangkah merugi. Bahkan Allah sendiri memberi peringatan khusus tentang betapa pentingnya waktu dalam salah satu suratnya wal’asri (Demi Waktu). Waktu tidak akan kembali. Dia terus berjalan tanpa henti. Dia tak akan mungkin kembali, betapa singkatnya waktu tanpa kita sadari. Waktu yang diberikan 24 jam kepada kita, berapakah jamkah yang sudah kita sediakan untuk_NYA. Banyak untuk bermaksiatkah atau berbuat kebaikankah?. Semua pasti akan dimintai pertanggungjawabannya.

Kedua; begitu dekatnya kematian

Dengan waktu yang kita miliki , sudah berapa amal kebajikan yang kita perbuat untuk mempersiapkan diri di alam keabadian. Sudah kah kita bermuhasabah diri. Karena kematian itu begitu dekat. Dia datang tanpa kita sadari. Dikala duduk, berdiri, berjalan, bekerja, bahkan tidur , kematian senantiasa menjemput kita. Tanpa pandang bulu. Dia datang sekejap mata. Syukur-syukur kematian menjemput dikala kita berbuat amal kebajikan. Kita masih memiliki kesempatan terhadap amal kebaikan yang kita perbuat. Tapi yang sangat disayangkan sekali, jika kematian datang disaat kita dalam kondisi bermaksiat kepada Allah, nauzubillah minzlik. Mudah-mudah hal ini tidak terjadi kepada kita. Semoga Allah selalu menuntun jalan kita ke jalan yang lurus, jalan ridho-Nya (ihdinassyirotolmustakin)

Ketiga;begitu besarnya hawa nafsu

Hidup manusiapun juga tidak terlepas dengan hawa nafsu Hawa nafsu adalah hal yang paling besar dimiliki oleh manusia. Maka hal ini pun tidak bisa kita buang begitu saja, karena kalau manusia tidak memiliki hawa nafsu, dia tidak akan mempunyai keinginan untuk berusaha, berbuat amal kebajikan, berkembang biak dan terus maju. Fitrah ini tidak bisa dipungkiri, karena Allah memberikan sifat ini tentu ada manfaat yang dapat kita ambil. Wujud ujian untuk memperoleh ladang amal, juga terletak pada hawa nafsu yang dimiliki oleh manusia. Seandainya Allah menciptakan manusia seperti malaikat, tentu tidak ada kejahatan dan tidak ada ladang amal berbuat baik untuk manusia menumpas kejahatan tersebut. Ketika manusia tidak mempunyai hawa nafsu hidup terasa hambar, tidak ada keingin untuk menjadi lebih baik. Akan tetapi hawa nafsu yang diberikan ini tentunya yang sesuai dengan ridhonya, yakni hawa nafsu mutmainah, hawa nafsu yang terkendali dan tetap dalam koridor-NYA.

Keempat ; begitu beratnya menjaga amanah

Kemudian yang paling berat adalah menjaga amanah. Seringkali setiap pemimpin dengan hawa nafsu yang dimiliki melakukan berbagai macam cara agar terpilih menjadi seorang pemimpin, bahkan dengan mengobral janji yang melenakan masyarakat. Ketika sudah terpilih menjadi pemimpin. Amanah atau janji-janjinya kepada masyarakat terlupakan. Maka amanah adalah hal yang paling berat dipegang oleh manusia. Mudah untuk mengucapkannya, sulit dalam pelaksanaannya. Seperti yang kita lihat sekarang, didaerah-daerah, berlomba-lomba untuk menjadi pemimpin. Mereka melakukan berbagai hal. Padahal zaman Rasulullah saw tidak ada yang mau mengajukan diri jadi pemimpin selain ditunjuk. Para sahabat tahu bahwa menjadi seorang pemimpin berarti memiliki amanah yang berat dipundaknya. Berapa ribu manusia yang dipimpin, begitu pula dengan beban yang ditanggungnya.

Kelima;begitu sulitnya untuk ikhlas

Setiap manusia dalam beribadah kepada Allah, kunci utama diterima atau tidaknya adalah tergantung kepada sifat ikhlas yang dimilikinya. Segala perbuatan amal baik ataupun kebajikan yang di perbuat manusia akan terasa sia-sia , ketika manusia tidak memiliki sifat ikhlas dalam dirinya. Semua amal kebajikan yang dilakukannya hanya semata-mata mengharap ridho Allah SWT. Bukan mengharapkan pujian ataupun imbalan dari orang lain. Jika ada orang yang berbuat baik, lalu ia berkata saya ikhlas membantu bapak atau ibu, maka orang ini pun masih dipertanyakan keikhlasannya. Keikhlasan tersebut merupakan urusan Allah dengan makhluknya, jadi kita tidak bisa mengukurnya.Cara yang terbaik ketika kita berbuat baik adalah tidak diketahui oleh orang lain, biarkan Allah sendiri yang menilainya. Kalau perlu setelah kita melakukan amal kebaikan, lupakan kebaikan yang telah kita lakukan tersebut. Anggap saja kita tidak pernah melakukannya. Hal ini untuk menghindari sifat riya dan ketidakikhlasan dalam diri kita.

Keenam; yang abadi adalah amal kebajikan

Ketika hati sudah memiliki keikhlasan, semua akan terasa mudah. Amal kebaikan yang kita akan terus tergores dan akan membantu kita diyaumil akhir nanti. Setiap manusia diminta pertanggungjawaban terhadap waktu yang telah dilewatinya semasa di dunia. Untuk apa waktu yang dipergunakannya. Maka isilah hari-hari kita dengan senatiasa berbuat baik, karena amal kebajikan adalah abadi. Hal tersebut yang akan menentukan pilihan surga atau neraka yang akan kita diami di yaumil akhir nanti.

Enam hal diatas merupakan nasehat yang akan mengingatkan kita, menuntun kita agar bergerak dan bekerja dengan selalu memberi manfaat buat diri dan orang lain. Pribadi muslim seperti ini akan merasa rugi, ketika waktunya terbuang untuk hal-hal yang tidak berguna. Wallahualam bissowad.